Pagi ini, sambil berkendara menuju kediaman kerja, tiba-tiba pikiran menjalar di alam semestanya. Bibir tersenyum sesaat munculnya beragam wajah manusia yang senantiasa membuat diri ini tertawa. Terbayang kembali moment-moment “kelucuan” bersama mereka hingga tak peduli lagi apakah ekspresi di balik helm ini mampu terbaca pengendara lain yang kebetulan berpapasan dengan motor saya. Haha … “u” are so funny … thx guys …
Berikut (secara acak) beberapa sosok individu yang senantiasa membuat diri ini tertawa:
1. Aditya Pratama (Adit)
Hmmm … sosoknya sempat menduduki posisi teratas di hati ini. Bukan karena saya jatuh cinta dengannya, tetapi kenapa ya??? … mmm … mungkin karena dia adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan saya akan arti sebuah pertemanan. Tak jarang, karena harapan yang terlalu tinggi kepadanya, sempat membuat diri ini kecewa dan “jatuh”. Namun, dari keterpurukan itulah, saya bisa belajar untuk bangkit dan berusaha menjadi pribadi yang lebih matang.Berbincang dengan pria kelahiran 28 Juli 1984 ini, tak pernah membuat saya “tidak tertawa”. Melalui pembicaraan konyol, kami sering kali memainkan lakon-lakon manusia di Kota Jakarta. Mulai dari tante-tante girang istri pejabat kaya, hingga pemulung kelas berat yang bergaji puluhan juta. Yang lebih terasa adalah ketika kami SMA, saat dia senantiasa berperan sebagai personil salah satu Boyband, dan saya berperan sebagai fans-nya. Huahahaha, sungguh bodoh, goblok, dan ga penting (bahkan bikin ilpil kalo dipikirin lagi, hehe).
2. Putri Rahayu Ratri (Putri)
Bwahahahahaha … ngebayangin mukanya saja sudah membuat saya terpingkal. Apalagi kalau meski dihadapkan dengan segala tingkah konyolnya. She’s my ‘real’ friend. Karenanya, kami bisa tertawa sekaligus serius secara bersamaan. Membuahkan ‘chemistry’ tersendiri yang membuat kami selalu terikat. Terikat dalam arti, di mana pun kami berada, seberapa jarang kami bertemu, kami tetap dapat saling mengandalkan satu sama lain.
Panggilan saya kepada wanita kelahiran 24 Oktober 1985 ini pun beragam, mulai dari Nyi Ronggeng, Bundo Dorce, hingga Beyonce. Entah karena alasan apa hingga saya memanggilnya Nyi Ronggeng, mungkin karena terasa pas saja nama itu untuk mewakili sosoknya. Begitu pun halnya dengan Bundo Dorce dan Beyonce yang lebih dikarenakan kedua sosok wanita tersebut sangat pas mewakili beberapa karakter dirinya yang lain, yaitu ‘slengean’ namun sensitif layaknya Bundo Dorce dan berpantat lebar layaknya Beyonce, haha. Untuk nama panggilannya yang terakhir, turut didukung juga oleh kegemarannya pada sosok penyanyi RnB tersebut, yang gerak tarinya begitu sering Putri plagiatkan hingga membuat teman yang melihat menjadi tertawa. Karena itulah, kehadiran Putri mampu membuat suasana menjadi lebih berwarna dan hangat.
3. Marsenia Trinanda Haris (Nane)
Sosoknya yang sedikit tambun (termasuk saya juga), membuat kami saling mencela fisik kami satu sama lain. Tak jarang ikon-ikon kegemukan terciprat di bibir ini untuk memanggil sosoknya. Adapun ikon kata yang sering tercuat adalah “gentong”, “gembrot”, “tong sampah”, “gembul”, “gembyor”, “galon”, dan sebagainya yang seketika saja terpikirkan selama percakapan.
Hal lain yang membuat saya tertawa akan sosoknya adalah karena sifat “lemot”nya. Tak bisa dicontohkan secara gamblang dalam tulisan ini, karena kelucuan yang terpancar dari dirinya pun memang seakan abstrak tapi nyata. Tak terlalu abadi “aura kelucuan”nya, namun senantiasa hadir kembali jika sosoknya pun ada. Karena itulah, kehadirannya mampu membawa aura tersendiri di antara teman-teman yang lain.
4. Ary Kuswinarno (Ary)
Pengagum semua jenis wanita ini (bwahahaha) memang memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, he’s so devil, but in the other side … he’s a great friend. Meski muka kayak ‘setan’, tapi tetep suka ngerumpi sambil berbagi pengalaman. Tak heran, darinya, diri ini mampu lebih mengenal beragam rupa dunia, terutama di sisi “gelap”nya, yang selama ini belum banyak terjamah oleh saya. Alhasil, otak saya menjadi lebih terbuka menerima segala informasi dan fakta kehidupan. Hingga tak jarang membuahkan pengalaman dan pelajaran hidup meski diri tak harus ikut menyelaminya.
Pria yang berprofesi sebagai fotografer ini sangat lah supel. Tak heran, ia memiliki banyak teman di berbagai tingkat kalangan. Temannya yang banyak itu, juga didukung dengan hobinya yang selalu “on line” di berbagai situs pertemanan, atau bahkan membuat komunitas sendiri yang salah satu aktivitasnya pernah membuahkan kasus heboh yang sempat marak di berbagai berita kriminal televisi. Karena itu, tak heran jika setiap kali kami pergi liputan di beberapa wilayah di Indonesia, ia selalu memiliki teman yang bisa diminta bantuan.
Kelucuannya mungkin tak terpancar melalui kata apalagi wajah. Namun, di banyak kesempatan, saat kami berbincang, guyonan demi guyonan yang memojokkan sosoknya, mampu membuat dia “mati kutu”. Sumpah, lucu banget kalo diri ini berhasil menemukan kelemahannya untuk kemudian dapat meledek. Haha.
5. Lala Rachmawati (Lala)
Sebelumnya, kami hanya sekedar sapa saja. Namun, karena tuntutan profesi, kami pun seakan mempunyai ruang waktu tersendiri untuk mendiskusikan perihal pekerjaan. Memang wajar, saya yang berprofesi sebagai penulis, dan dia editor-nya. Alhasil, diskusi yang tadinya beraura “serius”, lambat laun mengalir hingga tak disangka sosoknya (atau lebih tepat kata-katanya - red) begitu mampu membuat diri ini tertawa.Loh, kenapa “kata-kata”nya? Ada satu hal yang tidak biasa dari pertemanan kami yaitu kami cenderung memunculkan sifat asli kami hanya lewat fasilitas “Yahoo Messenger”. Hal tersebut terjadi karena kami memang beda kantor dan jarang sekali berbincang melalui tatap muka. Tak heran, rasa canggung masih sedikit terasa kalau kami bertemu, tetapi seakan hilang di saat kami ber-YM-an. Sungguh unik, dan keberadaannya sedikit banyak telah membantu saat diri ini dirundung kesuntukan selama bekerja.
^^'
Waaah, meski karakter mereka berbeda, namun satu hal yang istimewa, dari mereka lah saya masih bisa tertawa lepas, di antara himpitan perputaran roda dunia. Tengkyu telah memberi keceriaan di hidup saya teman-teman. :)

Akhirnya, waktu berbuka datang juga. Menyantap hidangan n berbagai macam minuman yang tersedia ... wuiiiih!!!
inilah personil bio2003 yang hadir. Ada Egi, nugi, lana, dija, nane, me, nenes, toni dan pae.
Meski sedikit, keceriaan selalu ada. Senangnya. Sy sangat bersyukur
This is my pic. HUahahaha ... teman2 yg pada khilaf ..