Selasa, 10 November 2009

053 ... "u" make me laugh ...

Selasa, 10 November 2009
Pagi ini, sambil berkendara menuju kediaman kerja, tiba-tiba pikiran menjalar di alam semestanya. Bibir tersenyum sesaat munculnya beragam wajah manusia yang senantiasa membuat diri ini tertawa. Terbayang kembali moment-moment “kelucuan” bersama mereka hingga tak peduli lagi apakah ekspresi di balik helm ini mampu terbaca pengendara lain yang kebetulan berpapasan dengan motor saya. Haha … “u” are so funny … thx guys …

Berikut (secara acak) beberapa sosok individu yang senantiasa membuat diri ini tertawa:


1. Aditya Pratama (Adit)

Hmmm … sosoknya sempat menduduki posisi teratas di hati ini. Bukan karena saya jatuh cinta dengannya, tetapi kenapa ya??? … mmm … mungkin karena dia adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan saya akan arti sebuah pertemanan. Tak jarang, karena harapan yang terlalu tinggi kepadanya, sempat membuat diri ini kecewa dan “jatuh”. Namun, dari keterpurukan itulah, saya bisa belajar untuk bangkit dan berusaha menjadi pribadi yang lebih matang.

Berbincang dengan pria kelahiran 28 Juli 1984 ini, tak pernah membuat saya “tidak tertawa”. Melalui pembicaraan konyol, kami sering kali memainkan lakon-lakon manusia di Kota Jakarta. Mulai dari tante-tante girang istri pejabat kaya, hingga pemulung kelas berat yang bergaji puluhan juta. Yang lebih terasa adalah ketika kami SMA, saat dia senantiasa berperan sebagai personil salah satu Boyband, dan saya berperan sebagai fans-nya. Huahahaha, sungguh bodoh, goblok, dan ga penting (bahkan bikin ilpil kalo dipikirin lagi, hehe).

2. Putri Rahayu Ratri (Putri)

Bwahahahahaha … ngebayangin mukanya saja sudah membuat saya terpingkal. Apalagi kalau meski dihadapkan dengan segala tingkah konyolnya. She’s my ‘real’ friend. Karenanya, kami bisa tertawa sekaligus serius secara bersamaan. Membuahkan ‘chemistry’ tersendiri yang membuat kami selalu terikat. Terikat dalam arti, di mana pun kami berada, seberapa jarang kami bertemu, kami tetap dapat saling mengandalkan satu sama lain.

Panggilan saya kepada wanita kelahiran 24 Oktober 1985 ini pun beragam, mulai dari Nyi Ronggeng, Bundo Dorce, hingga Beyonce. Entah karena alasan apa hingga saya memanggilnya Nyi Ronggeng, mungkin karena terasa pas saja nama itu untuk mewakili sosoknya. Begitu pun halnya dengan Bundo Dorce dan Beyonce yang lebih dikarenakan kedua sosok wanita tersebut sangat pas mewakili beberapa karakter dirinya yang lain, yaitu ‘slengean’ namun sensitif layaknya Bundo Dorce dan berpantat lebar layaknya Beyonce, haha. Untuk nama panggilannya yang terakhir, turut didukung juga oleh kegemarannya pada sosok penyanyi RnB tersebut, yang gerak tarinya begitu sering Putri plagiatkan hingga membuat teman yang melihat menjadi tertawa. Karena itulah, kehadiran Putri mampu membuat suasana menjadi lebih berwarna dan hangat.

3. Marsenia Trinanda Haris (Nane)

Sosoknya yang sedikit tambun (termasuk saya juga), membuat kami saling mencela fisik kami satu sama lain. Tak jarang ikon-ikon kegemukan terciprat di bibir ini untuk memanggil sosoknya. Adapun ikon kata yang sering tercuat adalah “gentong”, “gembrot”, “tong sampah”, “gembul”, “gembyor”, “galon”, dan sebagainya yang seketika saja terpikirkan selama percakapan.

Hal lain yang membuat saya tertawa akan sosoknya adalah karena sifat “lemot”nya. Tak bisa dicontohkan secara gamblang dalam tulisan ini, karena kelucuan yang terpancar dari dirinya pun memang seakan abstrak tapi nyata. Tak terlalu abadi “aura kelucuan”nya, namun senantiasa hadir kembali jika sosoknya pun ada. Karena itulah, kehadirannya mampu membawa aura tersendiri di antara teman-teman yang lain.

4. Ary Kuswinarno (Ary)


Pengagum semua jenis wanita ini (bwahahaha) memang memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, he’s so devil, but in the other side … he’s a great friend. Meski muka kayak ‘setan’, tapi tetep suka ngerumpi sambil berbagi pengalaman. Tak heran, darinya, diri ini mampu lebih mengenal beragam rupa dunia, terutama di sisi “gelap”nya, yang selama ini belum banyak terjamah oleh saya. Alhasil, otak saya menjadi lebih terbuka menerima segala informasi dan fakta kehidupan. Hingga tak jarang membuahkan pengalaman dan pelajaran hidup meski diri tak harus ikut menyelaminya.

Pria yang berprofesi sebagai fotografer ini sangat lah supel. Tak heran, ia memiliki banyak teman di berbagai tingkat kalangan. Temannya yang banyak itu, juga didukung dengan hobinya yang selalu “on line” di berbagai situs pertemanan, atau bahkan membuat komunitas sendiri yang salah satu aktivitasnya pernah membuahkan kasus heboh yang sempat marak di berbagai berita kriminal televisi. Karena itu, tak heran jika setiap kali kami pergi liputan di beberapa wilayah di Indonesia, ia selalu memiliki teman yang bisa diminta bantuan.

Kelucuannya mungkin tak terpancar melalui kata apalagi wajah. Namun, di banyak kesempatan, saat kami berbincang, guyonan demi guyonan yang memojokkan sosoknya, mampu membuat dia “mati kutu”. Sumpah, lucu banget kalo diri ini berhasil menemukan kelemahannya untuk kemudian dapat meledek. Haha.

5. Lala Rachmawati (Lala)

Sebelumnya, kami hanya sekedar sapa saja. Namun, karena tuntutan profesi, kami pun seakan mempunyai ruang waktu tersendiri untuk mendiskusikan perihal pekerjaan. Memang wajar, saya yang berprofesi sebagai penulis, dan dia editor-nya. Alhasil, diskusi yang tadinya beraura “serius”, lambat laun mengalir hingga tak disangka sosoknya (atau lebih tepat kata-katanya - red) begitu mampu membuat diri ini tertawa.

Loh, kenapa “kata-kata”nya? Ada satu hal yang tidak biasa dari pertemanan kami yaitu kami cenderung memunculkan sifat asli kami hanya lewat fasilitas “Yahoo Messenger”. Hal tersebut terjadi karena kami memang beda kantor dan jarang sekali berbincang melalui tatap muka. Tak heran, rasa canggung masih sedikit terasa kalau kami bertemu, tetapi seakan hilang di saat kami ber-YM-an. Sungguh unik, dan keberadaannya sedikit banyak telah membantu saat diri ini dirundung kesuntukan selama bekerja.


^^'
Waaah, meski karakter mereka berbeda, namun satu hal yang istimewa, dari mereka lah saya masih bisa tertawa lepas, di antara himpitan perputaran roda dunia. Tengkyu telah memberi keceriaan di hidup saya teman-teman. :)

Selasa, 20 Oktober 2009

052 ... Kebodohan yang Sempurna


Belajar dari satu moment kebersamaan saya dengan teman-teman semasa SMA di tanggal 12 September 2009. Sebuah kebersamaan yang seakan menjadi agenda rutin di setiap datangnya bulan Ramadhan. Meski rutin, namun tidak setiap tahun saya bisa menyempatkan diri tuk bergabung di dalamnya. Entah karena berbagai alasan yang memang benar apa adanya, atau karena alasan tertentu yang sengaja saya buat demi menghindari pertemuan itu.

Ada rasa yang aneh saat saya berkumpul bersama mereka. Sebuah rasa yang tak jarang membuahkan ketidaknyamanan, entah di saat acara sedang berlangsung atau saat semuanya telah berakhir. Namun rasa tersebut muncul karena apa, saya pun seakan tak pernah menemui jawabnya. Kondisi seperti itu kemudian seakan memuncak di moment pertemuan kemarin. Pada suatu waktu, bahkan perasaan MUAK sempat mencuat di dada ini.
***


Terkadang, meski raga saling mendekat, namun tameng tebal seakan saling menutupi jati diri kami masing-masing. Ada yang menamengi dirinya dengan penampilan super WAH, dengan tameng kemisteriusan, atau dengan tameng ikon wanita karier yang memiliki kesibukan luar biasa. Hal-hal sepele seperti “sekarang gw udah punya pacar”, atau “pacar gw tinggalnya di luar negeri” pun seakan menjadi bumbu wajib perjumpaan kami di setiap tahunnya. Hingga terbaca sebuah kesan bahwa masing-masing dari kami saling berusaha keras tuk menunjukkan kepada yang lainnya bahwa “duniaku kini jauh lebih bahagia dan sempurna, dibandingkan aku yang dahulu atau mungkin dibandingkan kamu, kamu, dan kamu.” Sebuah sifat egois bin narsis yang begitu jelas tertangkap dari tiap gerak tubuh hingga ucapan yang keluar dari raga kami semua.

Rasa jijik menanggapi kondisi ini pun mendesak diri tuk segera menggali mutiara yang tersimpan di baliknya. Dan setelah mencoba menelaah dengan berbagai kondisi pembanding, muncul sebuah fakta akan makna sebuah pertemanan yang pada akhirnya berhasil saya goreskan dalam tulisan ini.

Pertemanan adalah ‘tempat’ di mana kebersamaan berada. Di dalamnya tidak ada yang jauh lebih sempurna di banding yang lain. Tidak ada yang lebih cantik, tidak ada yang lebih kaya, tidak ada yang lebih bahagia. Di dalam wadah ‘pertemanan’, semuanya bisa segera melepas atribut duniawi mereka meski tanpa di perintah. Semua diperkenankan bertindak bodoh tanpa khawatir akan penilaian yang serius. Semua boleh menjadi kanak-kanak dengan topik pembicaraan yang sepele. Semuanya pun boleh menghujat tanpa perlu menjadikannya hal yang istimewa. Hingga melalui canda tawa, semua beban kehidupan seakan bebas meninggalkan pikiran barang sejenak saja. Keseriusan pun hanya menjadi ajang permainan yang mengambil porsi kecil kebersamaan. Dan tawa pun terkadang yang menjadi solusi dari setiap pembahasannya. Hingga ketika beban hidup kembali datang, ia terlihat menjadi lebih ringan dan tidak serumit apa yang dibayangkan sebelumnya. Tak heran, jika pada akhirnya, ‘pertemanan’ pun mampu menjadi ‘rumah’ baru bagi siapa saja yang ingin berhenti sejenak dari rutinitas kehidupannya.

Yap, itulah makna terpendam yang baru saya dapati dari sebuah pertemanan. Bahwa pertemanan bukanlah ‘tempat’ di mana kesempurnaan berada. Tetapi pertemanan adalah tempat di mana kebodohan sekalipun bernilai sangat sempurna.

^^’
Kehadiran teman adalah sebuah karunia. Jadi, nikmati selagi bisa!

Sukses sll teman2 ...

Selasa, 29 September 2009

051 ... u never ...


Your Smile Brings Light Into My Days
The Tought Of You, Warms My Night
To Hold You In My Arms
Even In My Dreams, It Feels So Right
Loving You
You Never See The Way I Look Into Your Eyes
You Never Realize The Love I Feel Inside
Pain And Sorrow That Haunted Me,
Cause Words I've Left Unsaid To You
Now You Found Someone Else To Love
Deep In My Heart, My Love Won't Fade Away
To Hold U In My Arms
Even In My Dreams It Feels So Right
Loving You
~'
My Confession - Afgan

Senin, 07 September 2009

050 ... malam yang sangat berkesan ...

Minggu, 7 September 2009. Akhirnya acara buka bersama Biologi 2003 berlangsung juga. Terus terang saya selaku EO merasa kecewa dengan minimnya teman-teman seangkatan yang hadir. Namun hal tersebut tidak membuat rasa syukur dalam diri ini berkurang. “At least masih punya kesempatan untuk berkumpul, dan syukuri apa yang ada, selagi bisa!” bisik batin ini.

ada nane brot, pae, dija, nenes, dan nugi.
Menghabiskan waktu ngabuburit dengan melihat tayangan2 up to date di layar televisi

Akhirnya, waktu berbuka datang juga. Menyantap hidangan n berbagai macam minuman yang tersedia ... wuiiiih!!!

Lambat laun, keceriaan mulai menghinggapi, dan tanpa terasa masih banyak makanan yang harus dihabiskan. Oh nikmatnya!!!


inilah personil bio2003 yang hadir. Ada Egi, nugi, lana, dija, nane, me, nenes, toni dan pae.


Meski sedikit, keceriaan selalu ada. Senangnya. Sy sangat bersyukur

This is my pic. HUahahaha ... teman2 yg pada khilaf ..

tengkyu teman2. Malam ini sangat berkesan buat saya.

ipul_

Rabu, 02 September 2009

049 ... "kuah" cawan ...

Mendengar begitu banyak teman semasa kuliah yang kini mulai melangkahkan kisah hidupnya ke tempat yang lebih jauh dari biasanya, membuat saya sedikit tertegun. Entah apakah kepergian mereka lebih dikarenakan urusan pendidikan ataupun pekerjaan. Intinya, segala fakta yang ada, apabila dipikirkan, akan berbuah kepada sebuah penggambaran masa yang terselubungi dengan kesendirian.

Kerapuhan pun tak ayal muncul tiba-tiba. Sedikit mati rasa hingga hampa. Sedih? Tidak tahu apa sebenarnya rasa ini. Yang jelas segala fakta yang ada membuat saya seakan perlu berjalan lebih cepat untuk mengimbangi perputaran roda kehidupan ini. Saya harus sudah mulai mempersiapkan diri tuk beradaptasi.

Puncaknya, kini saya pun merasa seperti sedang berada di tepian sebuah cawan raksasa. Yang kapan pun saya mau, saya bisa langsung terjun ke dalam “kuah”nya.

Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya, seberapa kuat diri ini untuk bergumal dalam “kuah” cawan tersebut? Seberapa mampu diri ini melakoni sendiri kisah tak pasti yang ada di dalamnya itu?

Huh, inilah kehidupan … yang selalu dibumbui dengan segala macam perpisahan. Sangat benci, tapi harus terus kuat untuk menegakkan hati.


^^’
thx tuk embon atas sgala bisik hatinya di sore ini

Selasa, 01 September 2009

048 ... diam tak bergeming ...

Sempat pusing sejenak karena banyak teman yang meng-sms saya tuk menanyakan ini dan itu. Saya yang sedang berada dalam kesibukan tersendiri tentunya menjadi tak sempat hingga malas tuk membalas. Saya diamkan tiap sms yang saya terima hingga keesokan harinya. Tak ayal, memang ternyata kejenuhan yang ada membuat saya tak berminat sedikit pun tuk membalas. Maaf teman-teman.

Dalam kesendirian, setelah sahur di pagi hari, mata ini hanya mampu melihat layar hp. Sambil merebahkan diri, tiap pesan yang telah berdiam lama itu saya buka, lalu entah mengapa segera memutuskan tuk mulai menghapus semuanya.

Sebelum terlaksana, satu persatu pesan tersebut terbaca. Tertata beragam emosi dari para teman dan sahabat yang membuat saya merasa spesial di hadapan mereka. Meski hanya sekedar menyampaikan kalimat apa kabar dari seorang teman di Bandung, ungkapan kesedihan karena sahabat tak lolos tes kerja, rasa bahagia karena teman menerima kerja, atau ungkapan kekecewaan seorang teman karena tertinggal jadwal penerbangan tuk menghadiri konser grup musik idaman di negeri seberang.

Semua seakan bercampur dalam genggaman saya. Wajah-wajah mereka bergantian menyelubungi guratan pikiran. Hingga kemudian pergi satu per satu seiring terhapusnya pesan singkat yang telah lama mereka kirimkan.

Diri pun masih tak bergeming, diam, seakan asik bermain dengan kekosongan fikiran.

Kamis, 13 Agustus 2009

047 ... senandung lirih ...

Hari yang berat terkadang begitu saja berlalu di saat alunan musik menderu. Begitulah saya menghabiskan hari di kantor. Sambil mengetik, terus saja berbagai senandung lawas maupun terbaru berbisik di telinga ini. Membawa dunia privasi yang secara tidak langsung meningkatkan konsentrasi diri.

Secara berurutan, berikut adalah lagu-lagu yang senantiasa terdengar oleh saya
(dan belum bosan sampai sekarang):

The Cardigans - Erase and Rewind
Tohpati ft. Shakila - Lukisan Pagi
Christina Aguilera - Keeps getting Better
Dewa 19 - Bunga
All Saints - Rock Steady
Kavana - Will you wait for me
Adrian Martadinata - Ajari Aku
Pussycat Dolls - Jai Ho (*)
Mark Ronson - Stop Me
Colbie Caillat - Tailor made
Keane - Love is The End (*)
Jimmy - Dengan Atau Tanpamu
Robbie Williams - She's Madonna (*)
Wendy Moten - Come In Out Of The Rain
Keane - Black Burning Heart
D'Masiv - Jangan Menyerah
Geisha - Jika Cinta Dia
Mya - Where The Dream Takes You (*)
Agnes Monica ft. Ahmad Dhani - Cinta Mati
Hilary Duff - With Love
Joey McIntyre - LA Blue
Lee Ryan - When I Think Of You
Lindsay Lohan - Rumors
Reza Artamevia - Satu Yang Tak Bisa Lepas
Shakila - Takkan Hilang
Keane - Closer Now (*)
Britney Spears - If You Seek Amy

Note: (*) My Pics (yang sering gw repeat ampe gila)
^^